![]()
Goenawan Mohamad Terima Penghargaan dari Pemerintah Prancis
Bagi Pemerintah Prancis, Goenawan Mohamad adalah sosok yang memperjuangkan kebebasan dan demokrasi di Indonesia. Perjuangan itu merupakan kelanjutan dari perjuangan ayahnya dalam Perang Kemerdekaan pernah dibuang ke Digul oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 20-an. Pada tahun 60-an, manakala Indonesia diperintah oleh rejim Demokrasi Terpimpin yang memaksakan madzhab Realisme-Sosialis, Goenawan Mohamad bersama kawan-kawannya mendirikan Manifes Kebudayaan untuk melawan rejim itu. Goenawan juga terlibat aktif melawan rejim Orde Baru melalui Majalah Berita Mingguan TEMPO yang menjadi korban pembredelan bersama Detik, dan Editor Juni 2004.
Dalam sambutannya Goenawan Mohamad menyambut penghargaan tersebut dan mengulas hubungan kebudayaan Perancis dan Indonesia. Masyarakat Indonesia telah mengenal khazanah pemikiran Prancis, terutama dari para filosuf Prancis. Namun masyarakat Prancis sendiri, menurut Goenawan Mohamad kurang peduli terhadap polemik kebudayaan khususnya kebebasan beragama dan Islam di Indonesia. Dalam sebuah jurnal kebudayaan Prancis, polemik di Indonesia tidak diulas.
Hadir dalam acara penganugerahan itu, kolega-kolega Goenawan Mohamad dari kalangan intelektual, seniman, wartawan, dan satrawan. Seperti Joesoef Isak, Marsilam Simanjuntak, Fikri Jufri, Slamet Abd Sjukur, dan lain-lain (MGR).